Suar Berita
Cari berita
© 2026 Suar Berita
17 artikel ditemukan
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai tidak cukup hanya mengejar banyaknya koperasi yang terbentuk. DPR mengingatkan pemerintah agar koperasi yang telah dibangun benar-benar berjalan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan salah satu program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperkuat perekonomian masyarakat dari tingkat desa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang ramai beredar di media sosial mengenai gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang disebut mencapai Rp16 juta per bulan. Ia menegaskan angka tersebut bukan merupakan keputusan pemerintah dan belum ditetapkan secara final.
Sebanyak 33.785 peserta lulusan program SPPI siap disebar ke 1.021 Koperasi Merah Putih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas menjamin keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sehingga tidak mematikan usaha warga.
KPK memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyimpangan pengadaan kipas angin Kopdes Merah Putih Rp1,8 triliun.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan kabar mengenai pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Isu tersebut menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Pemerintah terus memperluas ruang usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Setelah didorong masuk ke sektor pangan, distribusi, hingga layanan keuangan, koperasi kini juga dipersiapkan untuk mengelola sektor-sektor strategis seperti pertambangan dan energi.
Koperasi Desa Merah Putih disiapkan pemerintah menjadi pembeli siaga gabah serta ikan saat harganya anjlok.
Meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) terus menuai perhatian. Kali ini, Ombudsman RI menegaskan akan mengawasi penyelenggaraan pelatihan tersebut dan membuka peluang melakukan investigasi apabila ditemukan dugaan maladministrasi.
Meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) terus memunculkan evaluasi dari berbagai pihak. Kali ini, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai desain pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih perlu ditinjau ulang karena dinilai lebih banyak berorientasi pada latihan militer dibanding penguatan kemampuan mengelola koperasi.
Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Salah satu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Nola Dya Sari meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dasar Latsarmil di Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan, yang mengembuskan napas terakhir pada Jumat (26/6/2026) malam usai mengalami kondisi darurat kesehatan.
Empat peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Peristiwa ini tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan, pengawasan, dan aspek keselamatan dalam pelaksanaan program tersebut.
Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Salah satu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Yon Parako 465.
Pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi puluhan ribu calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kembali menuai sorotan. Di tengah program yang diklaim bertujuan membentuk disiplin dan jiwa kepemimpinan, muncul pertanyaan mengenai urgensi pelibatan militer dalam menyiapkan pengelola koperasi yang sejatinya berasal dari kalangan sipil.
Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI). Seorang peserta yang dipersiapkan menjadi calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Dengan kejadian ini, total tiga peserta program SPPI dilaporkan meninggal selama mengikuti pendidikan dasar militer pada 2026.
Koperasi Desa Merah Putih optimis dongkrak ekonomi domestik di Desa.