SUARBERITA.COM - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan kabar mengenai pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Isu tersebut menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Mufti menilai informasi yang beredar di tengah masyrakat perlu segera dijelaskan pemerintah agar tidak menimbulkan spekulasi. Menurutnya, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang memastikan benar atau tidaknya kabar mengenai pengadaan tersebut. Ia juga menilai transparansi sangat penting mengingat nilai anggaran yang disebut mencapai triliunan rupiah.
“Maka pada kesempatan ini kami ingin tanya kepada Pak Menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp1,8 triliun itu betul tidak, Pak?” ujar Mufti Anam dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI, dikutip dari CNNIndonesia, (16/7).
Untuk menggambarkan besarnya nilai anggaran, Mufti mengaku sempat membandingkan harga kipas angin yang dijual di pasaran. Menurutnya, apabila pengadaan dilakukan dalam jumlah besar, seharusnya harga satuan bisa jauh lebih murah sehingga rincian pengadaan perlu dibuka secara transparan kepada publik.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengaku belum mengetahui secara rinci informasi yang dipersoalkan. “Saya tidak tahu,” ujar Ferry saat menjawab pertanyaan Mufti dalam rapat tersebut.
Meski mempertanyakan dugaan pengadaan tersebut, Mufti menegaskan Fraksi PDI Perjuangan tetap mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia berharap pemerintah segera memberikan penjelasan lengkap agar polemik yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman serta memastikan setiap penggunaan anggaran negara dilakukan secara transparan dan akuntabel.

