SUARBERITA.COM - Meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) terus memunculkan evaluasi dari berbagai pihak. Kali ini, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai desain pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih perlu ditinjau ulang karena dinilai lebih banyak berorientasi pada latihan militer dibanding penguatan kemampuan mengelola koperasi.
Menurut Hasanuddin, berdasarkan skema pelatihan yang berlangsung selama 45 hari, sebanyak 30 hari diisi latihan dasar militer, sedangkan hanya 15 hari yang digunakan untuk pembelajaran substansi koperasi. Komposisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan tugas utama peserta setelah lulus nanti.
Hasanuddin mengungkapkan, biaya pelatihan juga menunjukkan porsi yang timpang. Dari total sekitar Rp45 juta per peserta, sekitar Rp30 juta dialokasikan untuk latihan militer, sementara Rp15 juta digunakan untuk pembelajaran manajerial koperasi.
"Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta," ujar TB Hasanuddin, Senin (29/6).
Ia menilai, calon manajer koperasi seharusnya lebih banyak dibekali kemampuan mengelola organisasi, memahami tata kelola keuangan, menyusun strategi bisnis, hingga memberdayakan masyarakat desa. Karena itu, materi pelatihan dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan yang akan mereka jalankan.
"Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka," tegas Hasanuddin.
Politikus PDI Perjuangan itu juga menilai penghapusan porsi latihan militer tidak hanya membuat pelatihan lebih tepat sasaran, tetapi berpotensi menghemat anggaran negara hingga triliunan rupiah apabila diterapkan kepada seluruh 35.476 peserta program secara nasional.
Pernyataan tersebut menambah panjang daftar evaluasi terhadap pelaksanaan Latsarmil calon manajer Kopdes Merah Putih. Sebelumnya, pemerintah, DPR, hingga Ombudsman sama-sama meminta penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh agar pembentukan karakter peserta tetap berjalan tanpa mengesampingkan keselamatan serta kompetensi yang memang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.
