Suar Berita
Cari berita
© 2026 Suar Berita
8 artikel ditemukan
Eksekusi lahan dan bangunan eks Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, kembali membuka sorotan publik terhadap tata kelola aset negara di kawasan strategis tersebut.
Proses pengosongan kawasan eks Hotel Sultan memasuki tahap lanjutan setelah pelaksanaan eksekusi di Blok 15 kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Meski area harus dikosongkan, barang-barang milik pengelola lama disebut tidak langsung dianggap hilang atau diambil alih.
Kericuhan yang mewarnai proses eksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/6/2026), tidak hanya menyebabkan puluhan petugas terluka. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto dan mantan Kepala Staf Kostrad Letjen TNI (Purn) Kivlan Zen juga mengalami luka di tengah bentrokan.
Eksekusi Hotel Sultan oleh Pemerintah yang terjadi pada (18/06/2026) tidak hanya persoalan pengelolaan aset dan sengketa lahan. Di tengah proses pengambilalihan tersebut, muncul kelompok yang terdampak secara langsung yaitu para tamu yang sudah lebih dulu melakukan reservasi kamar untuk beberapa hari kedepan.
Di balik proses pengambilalihan aset negara di kawasan eks Hotel Sultan, pemerintah menegaskan ada satu hal yang tidak ingin diabaikan, yakni nasib para karyawan yang selama ini menggantungkan penghidupan dari operasional hotel tersebut.
Pemerintah mulai mengeksekusi kawasan Hotel Sultan di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/6/2026). Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mengembalikan aset negara yang selama ini dikuasai pihak lain.
Proses eksekusi pengosongan lahan eks Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026), diwarnai kericuhan. Bentrokan terjadi setelah sekelompok massa menolak pelaksanaan eksekusi dan melempari petugas dengan batu hingga potongan kayu.
Ratusan orang memadati kawasan depan Hotel Sultan di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana eksekusi pengosongan Hotel Sultan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026.