Suar Berita
Cari berita
© 2026 Suar Berita
11 artikel ditemukan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan setelah mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.
Pasar keuangan Indonesia mengalami kondisi yang berkebalikan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Setelah mengalami penguatan pada beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali melemah.
Akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga obat di Indonesia mengalami kenaikan.
Pengamat mata uang dan komoditas sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah terjadi di tengah implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026.
Purbaya menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC). Menurut dia, kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat rupiah terhadap dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar menunjukkan kondisi paling lemah sepanjang sejarah Indonesia sejak era reformasi.
Pergantian kepemimpinan kepada B. J. Habibie kala itu sempat dipandang pesimistis oleh pasar. Habibie dinilai bukan berasal dari kalangan ekonom dan dianggap masih bagian dari rezim Orde Baru. Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew bahkan pernah menilai kepemimpinan Habibie berpotensi membuat rupiah semakin terpuruk.
Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai pelemahan rupiah dan meminta publik tidak panik berlebihan.
Di tengah dinamika global dan krisis geopolitik, nilai tukar rupiah terhadap dolar menunjukkan pelemahan.