SUARBERITA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan setelah mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Mengacu data perdagangan pada Senin (27/7) pagi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah di level Rp17.966 yang sebelumnya di level Rp17.963.
Dilansir dari TVRI, pergerakan mata uang dolar AS makin menguat alias menekan nilai tukar rupiah. Namun, nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia pada Senin (27/7) justru melemah. Beberapa mata uang dunia yang menguat di perdagangan yaitu euro, dolar Australia, dolar Singapura, yuan Tiongkok, yen Jepang, baht Thailand, dan ringgit Malaysia.
Lebih lanjut, kondisi ini menunjukkan penguatan mata uang dolar secara global di tengah pelemahan mata uang rupiah. Meski momen ini bersamaan dengan pengunduran diri Gubernur BI, pemerintah memastikan bahwa tugas bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap berjalan agar tidak terjadi kendala.
Sementara itu, tensi geopolitik yang makin memanas antara AS dan Iran turut berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang global. Dinamika geopolitik yang tidak pasti membuat harga komoditas melambung tinggi khususnya minyak. Dalam hal ini, nilai tukar rupiah yang melemah dan harga minyak di Indonesia yang mengalami penyesuaian harga pada beberapa waktu lalu masih dinilai stabil.

