SUARBERITA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali melemah di level Rp17.689 per dolar pada Senin (18/5) sore. Kondisi tersebut menandai nilai tukar rupiah yang mengalami undervalued atau di bawah nilai sewajarnya alias terlalu lemah. Pelemahan nilai tukar rupiah kali ini juga kembali menjadi yang terlemah sepanjang sejarah Republik Indonesia sejak era reformasi.
Sementara itu, pernyataan Presiden Prabowo pada beberapa hari yang lalu menuai kontroversi publik khususnya di media sosial. Presiden Prabowo menyatakan bahwa kondisi Indonesia tetap aman karena cadangan energi dan pangan yang cukup serta rakyat desa tidak menggunakan mata uang dolar. Banyak netizen yang tidak setuju karena nilai tukar rupiah terhadap dolar berpengaruh pada harga kebutuhan sehari-hari.
Dilansir dari Liputan 6, masyarakat di sejumlah wilayah khususnya DKI Jakarta mulai menukarkan mata uang rupiah ke dolar di money charger atau tempat penukaran uang asing. Menurut pengelola penukaran uang, permintaan penukaran mata uang rupiah ke dolar meningkat sejumlah 30 persen. Kondisi ini termasuk panic attack yang membuat khawatir dengan kondisi ke depan.
