SUARBERITA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau masyarakat yang masih menyimpan dolar Amerika Serikat untuk segera menukarkannya ke rupiah. Imbauan itu disampaikan menyusul optimisme pemerintah terhadap penguatan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.
Purbaya menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC). Menurut dia, kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat rupiah terhadap dolar AS.
“Sekali lagi saya ulangi, kalau punya dolar jual sekarang,” tegas Purbaya dikutip dari CNBC, Minggu (24/5/2026).
Dia menjelaskan, penerapan aturan baru DHE SDA akan meningkatkan pasokan devisa di dalam negeri. Sebab, dana hasil ekspor ditempatkan lebih lama di sistem keuangan nasional. Kondisi itu diyakini mampu memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Selain itu, pemerintah terus menjaga kepercayaan investor melalui stabilisasi pasar obligasi negara. Upaya tersebut dilakukan agar aliran modal asing tetap masuk ke Indonesia dan menambah suplai dolar di pasar domestik.
Purbaya mengungkapkan pemerintah baru saja menerbitkan global bond senilai US$3,4 miliar yang terdiri atas obligasi dolar AS sebesar US$2 miliar dan obligasi euro senilai 1,25 miliar euro.
“Kita jual US$3,4 miliar. Kalau itu masuk ke sini akan menambah supply dolar ke kita,” katanya.
Dia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pergerakan kurs saat ini. Pemerintah, kata dia, menargetkan nilai tukar rupiah dapat kembali menguat hingga mencapai level Rp15.000 per dolar AS.
“Saya bilang pemain valas cepat-cepat buang dolarnya. Kita akan dorong rupiah ke Rp15.000 per dolar AS,” tegas Purbaya.
Pernyataan Purbaya menunjukkan komitmen pemerintah yang tengah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

