SUARBERITA.COM - Setelah mengalami penguatan pada beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali melemah di level Rp17.817 per dolar Amerika Serikat pada Senin (22/6) pagi. Posisi rupiah mengalami pelemahan sebanyak 0,07 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.804 per dolar Amerika Serikat.
Dilansir dari tvOne, Ibrahim Assuaibi selaku pengamat ekonomi dan pasar uang mengatakan, “Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan perdagangan oleh Presiden Donald Trump.”
Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran belum sepenuhnya mereda meski telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman pertama tentang pencabutan sanksi ekonomi dan pembukaan Selat Hormuz. Menurut Ibrahim, pelemahan juga dipicu oleh proteksionisme dagang Amerika Serikat dengan pembatasan internasional.
Sementara itu, Amerika Serikat masih menerapkan tarif resiprokal terhadap negara-negara yang menjadi mitra dagang termasuk Indonesia. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian global sehingga investor berdenominasi aset dalam bentuk dolar yang melemahkan rupiah.

