Suar Berita
Cari berita
© 2026 Suar Berita
35 artikel ditemukan
Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih cukup tinggi. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami puluhan letusan dalam enam jam pengamatan pada Selasa (15/9/2026).
Gunung Semeru erupsi tiga kali Senin pagi, letusan setinggi satu kilometer, PVMBG imbau warga waspada dan patuhi rekomendasi keselamatan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak terhadap aktivitas penerbangan dan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah. Dampaknya mulai terlihat pada kondisi kesehatan masyarakat, terutama meningkatnya keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Lampung.
Menhub Dudy siapkan 10 bandara beroperasi 24 jam, antisipasi erupsi Krakatau, percepat pemulihan penerbangan domestik dan internasional.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi tiga kali pada Selasa pagi. Letusan terjadi sejak pukul 05.08 hingga 07.49 WIB, sementara status aktivitas gunung masih Level III atau Siaga.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ikut terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat melakukan perjalanan pulang dari Malaysia menuju Solo, Jawa Tengah.
Penutupan operasional sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai berakhir. Beberapa bandara kembali dibuka setelah kondisi ruang udara dinilai memungkinkan untuk mendukung kembali aktivitas penerbangan.
Enam gunung api di Indonesia dilaporkan mengalami aktivitas erupsi dalam waktu yang berdekatan pada akhir Agustus 2026. Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah yang berada dalam jalur gunung api aktif di Indonesia.
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada aktivitas warga di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Kondisi tersebut membuat masker kembali diburu masyarakat sebagai perlindungan dari paparan partikel abu, terutama bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau meluas ke sejumlah wilayah di sekitar Banten, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu. Pemantauan BMKG pada Senin (7/9/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan adanya dua pola sebaran abu dengan ketinggian dan arah pergerakan yang berbeda.
Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan sementara bandara diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB demi menjaga keselamatan penerbangan.
Debu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terbawa hingga wilayah Jakarta membuat sejumlah ruas jalan perlu mendapat penanganan. Tak hanya mengganggu jarak pandang dan kenyamanan pengguna jalan, debu yang beterbangan juga berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Sebanyak 12 perjalanan Commuter Line dari dan menuju Bogor mengalami pembatalan pada Senin (7/9/2026). Penyesuaian perjalanan ini berlaku mulai 7 September hingga 30 September 2026.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat di luar ruangan. Aktivitas belajar mengajar di sejumlah daerah juga ikut menyesuaikan kondisi udara dan keselamatan warga sekolah.
Gunung Ili Lewotolok erupsi, kolom abu 600 meter, warga diminta jauhi zona bahaya.
Gunung Semeru erupsi pagi ini, kolom abu setinggi seribu meter terlihat ke arah timur.
Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi, Sabtu (5/9). Abu vulkanik terbawa angin hingga sejumlah wilayah Lampung, sementara warga diminta menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas.
Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Jumat malam, masyarakat diimbau menjauh radius tiga kilometer.
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi dan membuat pemerintah meningkatkan status aktivitas gunung dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga. Erupsi tersebut terjadi pada Senin (31/8/2026) dan memuntahkan kolom abu hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak.
Gunung Ibu erupsi, abu setinggi 800 meter, PVMBG imbau warga waspada.
Gunung Semeru erupsi delapan kali dalam enam jam, Jumat pagi. Letusan tertinggi mencapai 1,2 kilometer dan status gunung masih Level III Siaga.
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan kolom abu setinggi 1.300 meter.
Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu (8/7) pagi. Letusan yang terjadi di perairan Selat Sunda tersebut kembali mengeluarkan kolom abu vulkanik, sementara status gunung masih berada di Level III (Siaga).
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi pada dini hari, Senin (29/6), dengan meluncurkan lava pijar sejauh 1,3 kilometer dari kawah menuju kawasan Besuk Kobokan.
Gunung Semeru atau Mahameru yang terletak di perbatasan Malang dan Lumajang kembali erupsi.
Tiga gunung api aktif di Indonesia Timur, yakni Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Lewotobi Laki-laki, mengalami erupsi hampir bersamaan pada Jumat pagi. Aktivitas vulkanik tersebut mendorong Badan Geologi mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap abu vulkanik dan potensi bencana turunan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores NTT setelah gunung tersebut kembali mengalami erupsi, Kamis (4/6/2026).
Gunung Semeru kembali erupsi sebanyak 7 kali dengan tinggi letusan mencapai 700 meter.
Polisi menetapkan Reza Selang sebagai tersangka kasus tiga pendaki tewas saat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara.
Erupsi memicu luncuran awan panas guguran dari puncak kawah Semeru. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, erupsi terjadi pukul 14.38 WIB.
Erupsi kembali terjadi pukul 07.44 WIB dengan tinggi kolom abu 500 meter. Dua menit kemudian, Gunung Semeru kembali meletus dengan kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 mdpl.
Hingga Jumat sore, sebanyak 14 pendaki berhasil ditemukan selamat. Tujuh di antaranya merupakan warga negara Singapura, yakni TYME (30), OSS (37), PL (33), LHEI (31), TJYG (30), LYXV (30), dan LSD (29).
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut),” dikutip dari keterangan PVMBG, Jumat (8/5/2026).
Aktivitas Gunung Semeru meningkat sejak dini hari. Tercatat delapan kali erupsi disertai luncuran lava pijar hingga 1,5 kilometer.
Gunung Semeru kembali erupsi tujuh kali pada Senin pagi, kolom abu mencapai 1.200 meter, status tetap siaga.