SUARBERITA.COM - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terpantau meningkat tajam pada Jumat pagi (10/7/2026), di mana gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali meluncurkan letusan abu vulkanik setinggi 1.300 meter dari puncak kawah.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Liswanto mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi Gunung Semeru untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). "Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, erupsi terjadi tepat pada pukul 06.15 WIB. Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, yang bergerak condong ke arah barat daya. Letusan ini terekam dengan amplitudo maksimum sebesar 22 milimeter dan memiliki durasi getaran mencapai 115 detik. Kejadian ini menambah catatan aktivitas vulkanik Semeru yang terus dipantau secara ketat oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Pihak berwenang secara konsisten memberikan peringatan kepada masyarakat serta pendaki agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama mengingat curah hujan yang berpotensi memicu banjir lahar dingin. Petugas di lapangan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan mitigasi bencana berjalan optimal dan masyarakat berada di area yang aman.
Erupsi Semeru pagi ini menunjukkan bahwa aktivitas gunung masih sangat dinamis. Kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi zona bahaya menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko. PVMBG terus memantau situasi secara real-time guna memberikan pembaruan informasi agar warga tetap waspada terhadap potensi ancaman erupsi susulan.

