Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Masih Berlaku, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

Chaterina R8 Juli 202611.20 WIB
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Masih Berlaku, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

SUARBERITA.COM - Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu (8/7) pagi. Letusan yang terjadi di perairan Selat Sunda tersebut kembali mengeluarkan kolom abu vulkanik, sementara status gunung masih berada di Level III (Siaga). Aktivitas ini menjadi pengingat bahwa kawasan di sekitar gunung masih memiliki potensi bahaya dan perlu diwaspadai masyarakat maupun wisatawan.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau yang dikutip dari Detikcom, erupsi terjadi pada pagi hari dengan kolom abu berwarna kelabu hingga hitam yang teramati membumbung sekitar 100 meter di atas puncak, atau mencapai kurang lebih 257 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak bergerak kearah barat laut dengan intensitas tebal, sementara aktivitas letusan terekam pada seismograf dengan amplitude maksimum 11 milimeter dan durasi sekitar 15 detik.

Meski erupsi kembali terjadi, aktivitas tersebut masih berada dalam kategori fluktuatif yang umum terjadi pada gunung api aktif. Hingga kini belum ada peningkatan status dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Aparat pemantau terus melakukan pengawasan selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi mengatakan bahwa status Gunung Anak Krakatau masih tetap berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki diminta untuk tidak mendekati kawah aktif atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi. Ia juga mengimbau masyarakat agar hanya mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG, serta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selama status siaga masih berlaku, seluruh aktivitas di zona terlarang sebaiknya dihindari demi keselamatan. Warga yang berada di sekitar wilayah Selat Sunda juga diminta terus memantau informasi resmi apabila terjadi perubahan aktivitas gunung dalam beberapa hari kedepan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!