SUARBERITA.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores NTT setelah gunung tersebut kembali mengalami erupsi, Kamis (4/6/2026).
Erupsi yang terjadi pada pukul 10.34 WITA itu melontarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 800 meter di atas puncak gunung. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat.
Petugas Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki, Herman Yosef S Mboro, menyebut aktivitas vulkanik tersebut terekam jelas melalui alat pemantauan. "Erupsi terjadi sekitar pukul 10.34 WITA dengan ketinggian erupsi mencapai kurang lebih 2.384 meter di atas permukaan laut," katanya dikutip dari Antara, Kamis (4/6/2026).
Selain menghasilkan kolom abu yang cukup tebal, letusan itu juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 milimeter dan berlangsung selama sekitar 3 menit 57 detik.
Meski aktivitas vulkanik masih terjadi, status Gunung Lewotobi Laki-Laki tetap berada pada Level III atau Siaga. Dalam kondisi tersebut, masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG guna menghindari risiko bencana.
Warga yang berada di sekitar kawasan gunung diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas kebencanaan, serta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
PVMBG juga mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi sistem pernapasan dari paparan abu vulkanik.
Untuk memastikan informasi terbaru mengenai aktivitas gunung, PVMBG terus berkoordinasi dengan BPBD NTT dan satuan penanggulangan bencana setempat sebagai bagian dari upaya mitigasi dan perlindungan masyarakat.

