Suar Berita
Kolonel Inf Muchlis Gasim, S.H., M.Si., M.H.I., CHMP.

Kolonel Inf Muchlis Gasim, S.H., M.Si., M.H.I., CHMP.

Perwira Menengah TNI AD

Pengamat komunikasi strategis, hubungan internasional, serta perkembangan teknologi dan masyarakat.

Batang Kendali

14 dibaca
Bagikan:
Batang Kendali

Di dalam reaktor nuklir ada satu bagian yang jarang dibicarakan: batang kendali, atau control rod. Mesinnya dirancang menghasilkan daya besar, tetapi batang kendali justru bekerja dengan menyerap neutron agar reaksinya dapat diatur. Komponen itu tidak menghasilkan tenaga. Ia membantu mengatur seberapa besar daya yang dihasilkan.

Fungsi itu mengingatkan kita pada hal yang jauh lebih biasa. Sebuah pesan datang dengan nada yang membuat kita tersinggung. Seseorang mengatakan sesuatu yang terasa tidak adil. Kita tahu punya jawaban yang lebih tajam, bahkan berada pada posisi yang memungkinkan untuk membalas. Reaksi pertama muncul sebelum sempat dipikirkan: wajah menghangat, suara ingin naik, jari segera mencari kata.

Tidak semua reaksi seperti itu buruk. Marah dapat muncul karena ada batas yang dilanggar. Takut membantu kita mengenali bahaya. Ada keadaan ketika suara memang harus dinaikkan dan keputusan tidak boleh terlalu lama ditahan. Orang yang selalu diam belum tentu lebih mampu mengendalikan dirinya daripada orang yang berbicara tegas.

Masalahnya muncul ketika kita mulai mudah ditebak oleh reaksi kita sendiri. Tersinggung lalu membalas. Merasa mampu lalu ingin menunjukkan semuanya. Merasa benar lalu ingin segera mengatakan semua yang ada di kepala. Kita bisa terlihat sangat mampu, tetapi pada saat tertentu ternyata hanya punya satu cara untuk merespons.

Mungkin kita pernah mengetik balasan panjang di layar telepon. Semua argumen tersusun. Beberapa kalimat terasa memuaskan karena tepat mengenai kelemahan orang yang hendak dibalas. Sebelum menekan tombol kirim, kita membacanya lagi. Dua kalimat dihapus. Satu kalimat diubah. Kita menunggu sebentar, baru kemudian mengirimnya. Pesan itu tetap tegas, tetapi tidak lagi ditulis untuk melukai.

Tidak ada yang spektakuler dari tindakan kecil itu. Yang berubah bukan peristiwanya, bukan ucapan orang lain, bahkan bukan rasa kesalnya. Yang berubah adalah jarak antara reaksi pertama dan tindakan berikutnya. Di ruang kecil itulah pilihan masih bisa dibuat.

Para Stoik sejak lama memberi perhatian pada ruang seperti itu. Kita tidak selalu dapat memilih apa yang datang dari luar. Bahkan reaksi pertama dalam diri kadang muncul sebelum sempat kita timbang. Namun masih ada ruang untuk memilih apa yang akan dilakukan sesudahnya.

Ruang itu juga menjaga orang lain. Rasa tersinggung kepada seseorang kadang ikut diterima oleh orang yang tidak tahu apa-apa: rekan di meja sebelah atau keluarga di rumah pada malam harinya. Mereka tidak pernah membaca pesan yang membuat kita kesal, tetapi ikut menerima nadanya.

Kehilangan kendali tidak selalu terlihat seperti ketidakmampuan. Seseorang masih dapat berbicara, bertindak, mengambil keputusan, bahkan memakai seluruh kemampuannya. Tetapi jika setiap penghinaan harus dibalas penghinaan dan setiap ketidaksetujuan dianggap perlawanan, kemampuan yang besar ternyata tidak menghasilkan banyak pilihan.

Batang kendali dalam reaktor tidak dibuat agar daya selalu rendah. Ketika batang dimasukkan lebih jauh, lebih banyak neutron diserap dan reaksi berkurang. Ketika batang ditarik, penyerapan berkurang dan reaksi dapat meningkat. Daya tidak dihilangkan. Ia dijaga agar dapat naik dan turun sesuai kebutuhan.

Manusia pun tidak perlu selalu tenang. Marah, tegas, dan cepat kadang justru diperlukan. Batang kendali tidak menambah tenaga apa pun. Kehadirannya hanya memastikan tenaga besar tidak harus selalu bekerja pada tingkat yang sama.

Kita tidak harus selalu menahan diri. Yang perlu dijaga adalah agar tindakan berikutnya masih benar-benar kita pilih.

Bagikan Catatan Ini