SUARBERITA.COM - Pimpinan DPR RI menerima perwakilan Forum Komunikasi Rakyat Pati dalam audiensi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga Pati untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Dalam pertemuan itu, hadir Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sari Yulianti, serta Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Perwakilan Forum Komunikasi Rakyat Pati, Lukman Hakim, menyampaikan beberapa aspirasi kepada para pimpinan parlemen.
Salah satu persoalan utama yang dibahas adalah perkembangan RUU Perampasan Aset. Forum meminta DPR memberikan kejelasan mengenai sejauh mana proses pembahasan aturan tersebut berjalan.
“Yang pertama, poin yang akan kami sampaikan terkait dengan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset,” kata Lukman, dikutip dari detikcom.
Selain persoalan legislasi, warga juga menyampaikan keresahan mengenai kondisi sosial di Pati. Mereka menilai pemberitaan dan konten media sosial mengenai situasi di daerah tersebut kerap tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Lukman turut menyoroti persoalan keramaian sound horeg, kondisi kantor DPRD Pati, serta maraknya konten yang dinilai memperburuk citra daerah.
Perwakilan nelayan Pati, Agung, juga menyampaikan dampak situasi tersebut terhadap aktivitas ekonomi. Ia mengatakan sejumlah investor menjadi khawatir untuk masuk ke Pati.
“Nelayan Kabupaten Pati sangat terasa dampaknya,” ujar Agung.
Forum berharap pemerintah dan DPR dapat melihat langsung kondisi Pati serta membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

