SUARBERITA. COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan puluhan ribu motor listrik buatan dalam negeri untuk menunjang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di wilayah dengan akses transportasi terbatas.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut kendaraan tersebut memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 48,5 persen dan diproduksi di dalam negeri, tepatnya di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Penggunaan motor listrik ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung kelancaran layanan gizi, tetapi juga sebagai upaya mendorong pertumbuhan industri nasional.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN yang signifikan,” ujar Dadan, dikutip dari tvonenews.com, Kamis (29/4/2026)
Namun, ribuan unit motor listrik tersebut belum didistribusikan ke lapangan. BGN masih menuntaskan proses administrasi, termasuk pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN), agar penggunaannya tertib dan akuntabel.
BGN menegaskan distribusi akan dilakukan setelah seluruh dokumen rampung guna memastikan pengelolaan aset berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengadaan kendaraan ini diprioritaskan bagi kepala SPPG untuk menunjang mobilitas, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Dari total rencana 25 ribu unit, sebanyak 21.801 unit telah terealisasi.
Motor listrik tersebut nantinya digunakan untuk mendukung pengawasan, distribusi, serta operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan harapan layanan gizi dapat menjangkau wilayah terpencil secara lebih cepat dan efektif.

