SUARBERITA.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) merombak besar-besaran pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menemukan berbagai pelanggaran dalam evaluasi internal. Sebanyak 261 pegawai diberhentikan karena terbukti melanggar disiplin, sedangkan 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara operasionalnya hingga memenuhi standar yang ditetapkan.
Keputusan tersebut diambil setelah BGN melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan program di berbagai daerah. Hasil evaluasi menunjukkan masih ditemukan persoalan mulai dari penerapan standar operasional, pengelolaan dapur, keamanan pangan, hingga aspek kebersihan yang dinilai belum memenuhi ketentuan.
Penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sebagai bagian dari pembinaan. Selama masa suspend, dapur-dapur tersebut diwajibkan melakukan perbaikan sebelum kembali diizinkan melayani penerima manfaat program MBG. Langkah ini juga dimaksudkan agar kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga serta meminimalkan risiko bagi masyarakat.
Di sisi internal, BGN turut menjatuhkan sanksi kepada ratusan pegawai. Sebanyak 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli diberhentikan. Selain itu sembilan ASN sedang diproses karena diduga melakukan pelanggaran disiplin berat, sementara puluhan ASN lainnya dikenai sanksi administratif sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa penghentian operasional kali ini disertai konsekuensi yang lebih tegas dibanding sebelumnya.” Ada 833 dapur yang kami suspend hari ini,” ungkap Sudaryono , dikutip dari kantor berita Antara, (27/7).
Ia menjelaskan,” Dapur yang di-suspend ini bukan seperti yang lalu. Dulu di-suspend, tapi tetap dibayar. Kalau sekarang ditutup, tidak dibayar, karena pelanggaran.”
Menurut Sudaryono, tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola Program MBG agar seluruh pelaksana bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menekankan bahwa kualitas layanan dan keamanan makanan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
“Penting bagi kami memastikan abdi negara di setiap dapur itu bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu yang tersaji itu baik,” tambah Sudaryono.
Dengan evaluasi ini, BGN memastikan pengawasan terhadap seluruh SPPG akan terus diperketat. Dapur yang masih menjalani suspend baru dapat kembali beroperasi setelah seluruh temuan diperbaiki dan dinyatakan memenuhi standar operasional yang berlaku.

