Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Karhutla Kalsel Makin Meluas, Api Dekati Permukiman, Kabut Asap Ganggu Warga

M Rayhan Wildani K20 Agustus 202615.00 WIB
Karhutla Kalsel Makin Meluas, Api Dekati Permukiman, Kabut Asap Ganggu Warga

SUARBERITA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin mengkhawatirkan. Kebakaran tidak hanya meluas di sejumlah wilayah, tetapi juga mulai mendekati permukiman warga. Di saat bersamaan, kabut asap tebal mulai mengganggu aktivitas masyarakat hingga berdampak pada lalu lintas.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel per 11 Agustus 2026 mencatat 1.051 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 3.387 hektare. Selain itu, terdapat 5.695 titik panas yang terpantau di berbagai wilayah Kalsel.

Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 777 hektare. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena sejumlah kebakaran terjadi di kawasan yang tidak jauh dari permukiman, sehingga petugas harus bergerak cepat agar api tidak menjalar ke rumah warga.

Namun, persoalan karhutla kini tidak hanya soal kobaran api. Kabut asap tebal mulai mengganggu masyarakat. Pada 20 Agustus dikutip dari antara, kabut asap dilaporkan mengganggu jarak pandang di Kabupaten Banjar. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada lalu lintas dan dilaporkan berkaitan dengan kecelakaan sebuah truk di kawasan Gambut.

Kabut asap juga mulai merembes hingga wilayah Kota Banjarmasin. Kondisi ini membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama karena asap hasil pembakaran lahan mengandung partikel yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.

Besarnya angka kebakaran terjadi ketika Kalsel masih berada dalam periode musim kemarau. Kondisi lahan yang semakin kering membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan, terutama ketika diperkuat angin.

Jika dibandingkan dengan data sebelumnya, peningkatan tersebut berlangsung cukup cepat. Pada periode 14 Juli hingga 9 Agustus, BPBD Kalsel mencatat 863 kejadian dengan luas lahan terbakar 2.675,11 hektare. Hanya dalam beberapa hari kemudian, angka tersebut meningkat menjadi 1.051 kejadian dan 3.387 hektare.

Karhutla yang semakin luas, mulai mendekati permukiman, serta menghasilkan kabut asap hingga mengganggu aktivitas warga menjadi peringatan serius. Penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan, pemantauan titik rawan, kesiapan pemadaman dini, dan perlindungan masyarakat dari paparan asap perlu terus diperkuat selama musim kemarau berlangsung.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!