Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Kapolri Temui Panglima TNI dan Jaksa Agung di Tengah Sorotan Kasus Febrie Adriansyah

M Rayhan Wildani K14 Juli 202610.30 WIB
Kapolri Temui Panglima TNI dan Jaksa Agung di Tengah Sorotan Kasus Febrie Adriansyah

SUARBERITA.COM - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan rangkaian kunjungan ke Markas Besar (Mabes) TNI dan Kejaksaan Agung pada Senin (13/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah sorotan terhadap penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Kunjungan pertama dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Kapolri disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta jajaran pimpinan TNI. Dalam kesempatan itu, Sigit menegaskan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar sinergi antara TNI dan Polri terus diperkuat.

"Karena ini adalah kunci utama agar negara kita sebagaimana apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden, terus bisa menjalankan program kebijakan dari Bapak Presiden. Dan itu semuanya bisa berjalan kalau TNI dan Polri solid," ujar Sigit.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi antarlembaga agar tidak mudah terpengaruh berbagai upaya yang dapat memecah soliditas aparat negara.

Usai dari Mabes TNI, Kapolri melanjutkan kunjungan ke Gedung Utama Kejaksaan Agung dan bertemu Jaksa Agung ST Burhanuddin. Suasana hangat terlihat sejak awal pertemuan. Dalam sambutannya, Sigit bahkan menyapa Burhanuddin sebagai "kakak asuh", menegaskan hubungan baik yang telah terjalin antara kedua institusi.

Jaksa Agung pun menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan dinamika perkara yang tengah menjadi perhatian masyarakat.

"Jangan berpikir kami ini rival. Kami sejak dulu sudah saling mengenal secara pribadi. Ini adalah silaturahmi yang biasa kami lakukan," kata Burhanuddin.

Ia juga meminta publik tidak mengaitkan pertemuan tersebut dengan berbagai isu yang berkembang belakangan.

Senada dengan itu, Kapolri menegaskan bahwa hubungan Polri dan Kejaksaan merupakan bagian penting dari sistem peradilan pidana yang harus terus diperkuat.

"Yang jelas Kejaksaan dan Kepolisian adalah keluarga besar, dan kita akan terus menjaga agar keluarga besar ini terus terjaga soliditas dan sinergisitas yang ada," ujar Sigit.

Meski TNI maupun Kejaksaan menegaskan bahwa rangkaian pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang telah lama terjalin, waktunya yang berdekatan dengan perkembangan kasus yang menyeret nama Febrie Adriansyah membuat pertemuan ini tak lepas dari perhatian publik. Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat akan ditentukan bukan oleh pertemuan antarpimpinan lembaga, melainkan oleh konsistensi aparat penegak hukum dalam menjalankan proses hukum secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!