Suar Berita
Cari berita
© 2026 Suar Berita
15 artikel ditemukan
Pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kembali dilakukan pada Senin (14/9/2026). Memasuki hari ketujuh, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan keberadaan delapan orang yang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Lima jurnalis bersama tiga orang lainnya hingga kini belum ditemukan setelah kapal yang mereka tumpangi hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak terhadap aktivitas penerbangan dan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah. Dampaknya mulai terlihat pada kondisi kesehatan masyarakat, terutama meningkatnya keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Lampung.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ikut terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat melakukan perjalanan pulang dari Malaysia menuju Solo, Jawa Tengah.
Penutupan operasional sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai berakhir. Beberapa bandara kembali dibuka setelah kondisi ruang udara dinilai memungkinkan untuk mendukung kembali aktivitas penerbangan.
Lebih dari 140 tahun lalu, kawasan Selat Sunda menjadi saksi salah satu letusan gunung api paling dahsyat dalam sejarah modern. Krakatau yang saat itu berada di antara Pulau Jawa dan Sumatra meletus hebat pada 26–27 Agustus 1883. Pada 1883, Krakatau nyaris menghilang dari peta. Namun lebih dari empat dekade kemudian, dari dasar laut di sekitar tempat menghilangnya Krakatau muncul sebuah gunung baru. Gunung itu kemudian dikenal sebagai Anak Krakatau.
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga penerbangan tetap berjalan di tengah gangguan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satunya dengan menyiapkan bandara lain sebagai tempat pendaratan bagi pesawat yang tidak dapat menuju Jakarta.
Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau meluas ke sejumlah wilayah di sekitar Banten, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu. Pemantauan BMKG pada Senin (7/9/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan adanya dua pola sebaran abu dengan ketinggian dan arah pergerakan yang berbeda.
Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan sementara bandara diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB demi menjaga keselamatan penerbangan.
Debu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terbawa hingga wilayah Jakarta membuat sejumlah ruas jalan perlu mendapat penanganan. Tak hanya mengganggu jarak pandang dan kenyamanan pengguna jalan, debu yang beterbangan juga berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat di luar ruangan. Aktivitas belajar mengajar di sejumlah daerah juga ikut menyesuaikan kondisi udara dan keselamatan warga sekolah.
Kemenhub minta kapal jaga jarak tiga kilometer dari Anak Krakatau demi keselamatan pelayaran.
Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Jumat malam, masyarakat diimbau menjauh radius tiga kilometer.
Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu (8/7) pagi. Letusan yang terjadi di perairan Selat Sunda tersebut kembali mengeluarkan kolom abu vulkanik, sementara status gunung masih berada di Level III (Siaga).
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Menyusul perubahan status menjadi Level III (Siaga), pemerintah mengimbau seluruh pelaku pelayaran yang melintasi Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan pelayaran.