Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

 BEM UI Pertanyakan Makna Kemerdekaan, 9.242 Personel Disiagakan Kawal Aksi di Jakarta

M Rayhan Wildani K18 Agustus 202612.05 WIB
 BEM UI Pertanyakan Makna Kemerdekaan, 9.242 Personel Disiagakan Kawal Aksi di Jakarta

SUARBERITA.COM - Sehari setelah perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) turun ke jalan membawa pertanyaan tentang makna kemerdekaan yang dirasakan masyarakat. Aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan aksi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk kritik terhadap kondisi bangsa setelah 81 tahun merdeka. Mahasiswa mempertanyakan apakah kemerdekaan telah benar-benar menghadirkan keadilan, kesejahteraan, lapangan kerja, dan ruang yang cukup bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi.

"Sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?" kata Yatalathof.

Sejumlah persoalan yang dibawa dalam aksi antara lain penolakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), tuntutan penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi sejumlah program pemerintah seperti MBG dan KDMP, serta percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana, termasuk Flores. Mahasiswa juga menyoroti tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil.

Di tengah aksi tersebut, pengamanan di Jakarta turut diperketat. Polda Metro Jaya menyiagakan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan 31 aksi penyampaian pendapat dan 16 kegiatan masyarakat yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Jumlah tersebut terdiri dari 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, dan 1.850 personel BKO Mabes Polri.

Dikutip dari detik, Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries El Fathar meminta personel mengedepankan pendekatan humanis. Ia menegaskan tidak ada anggota yang membawa senjata api dan penegakan hukum menjadi langkah terakhir dalam pengamanan aksi.

Bundaran HI dipilih sebagai titik aksi karena menjadi salah satu ruang publik strategis di pusat Jakarta. Dari lokasi tersebut, mahasiswa menyampaikan kritik mengenai sejauh mana kemerdekaan yang dirayakan setiap 17 Agustus benar-benar dirasakan seluruh masyarakat.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!