Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Kapal yang Melintas di Selat Sunda Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Chaterina R4 Juli 202612.59 WIB
Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Kapal yang Melintas di Selat Sunda Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

SUARBERITA.COM - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Menyusul perubahan status menjadi Level III (Siaga), pemerintah mengimbau seluruh pelaku pelayaran yang melintasi Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan pelayaran.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, meminta seluruh nahkoda, operator kapal, agen pelayaran, hingga pengguna jasa angkutan laut untuk selalu memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut dikeluarkan setelah Badan Geologi menaikkan status gunung api itu menjadi Level III (Siaga), dikutip dari detik.com, (4/7).

Kenaikan status tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas vulkanik sedang mengalami peningkatan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada masyarakat di sekitar kawasan gunung, tetapi juga berpotensi memengaruhi jalur pelayaran yang menjadi salah satu lintasan tersibuk antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Dalam imbauannya, KSOP menegaskan agar seluruh kapal tidak berlayar atau mendekati kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Siaga masih berlaku. Nahkoda juga diminta terus memantau informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan instansi pemerintah lainnya sebagai acuan keselematan pelayaran.

Selain menjaga jarak aman, perusahaan pelayaran diharapkan memastikan kru memahami prosedur keselamatan apabila sewaktu-wakyu terjadi peningkatan aktivitas erupsi. Abu Vulkanik maupun lontaran material pijar berpotensi menganggu jarak pandang dan keselamatan kapal yang melintas di sekitar kawasan gunung.

Sebelumnya, Badan Geologi menjelaskan peningkatan status Gunung Anak Krakatau dilakukan karena hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, termasuk indikasi suplai magma menuju permukaan. Masyarakat, nelayan, dan wisatawan juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif guna mengantisipasi potensi erupsi yang lebih besar.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Seluruh perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau diharapkan mengacu pada informasi resmi yang diterbitkan PVMBG, BMKG, maupun instansi terkait agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!