SUARBERITA.COM - Jembatan Gantung Merah Putih Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami perubahan posisi saat dilintasi rombongan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Minggu, (30/8).
Insiden tersebut terjadi setelah prosesi peresmian jembatan. Saat itu, rombongan bersama sejumlah warga bergerak melintasi jembatan menuju lokasi acara.
Video kejadian kemudian beredar dan memunculkan anggapan bahwa jembatan tersebut ambruk. Namun, TNI Angkatan Darat memberikan penjelasan bahwa kondisi yang terjadi bukanlah keruntuhan seluruh konstruksi.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa bagian yang mengalami gangguan merupakan tali sling di sisi kiri jembatan.
“Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kondisi tersebut disebut sebagai ‘ambruknya’ jembatan. Untuk meluruskan informasi tersebut, kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan,” kata Donny, dikutip dari CNNIndonesia, (31/8).
Donny menjelaskan struktur utama jembatan masih berada pada tempatnya. Gangguan terjadi pada sistem penyangga yang membuat posisi jembatan berubah dan menjadi miring.
“Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” tambahnya.
Menurut informasi TNI AD, jembatan tersebut sebelumnya telah memiliki ketentuan mengenai jumlah orang yang dapat melintas secara bersamaan. Aturan itu juga telah disampaikan melalui sosialisasi serta papan pemberitahuan di sekitar lokasi.
Namun, setelah acara peresmian selesai, warga dan rombongan bergerak secara bersamaan sehingga jumlah orang yang berada di atas jembatan melebihi kapasitas yang telah ditentukan.
Kondisi tersebut kemudian membuat tali sling di sisi kiri terlepas dari pengikat utama. Akibatnya, posisi jembatan berubah dan menimbulkan kepanikan di tengah rombongan yang sedang melintas.
Setelah kejadian, jembatan langsung ditutup sementara. Penanganan dilakukan oleh Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran untuk memastikan kondisi konstruksi tetap aman.
Pemeriksaan teknis juga dilakukan terhadap struktur jembatan, sistem pengikat sling, serta kapasitas penggunaannya. Jembatan belum akan kembali digunakan sebelum proses perbaikan dan evaluasi selesai dilakukan.

