SUARBERITA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan penerimaan bantuan asing dari negara lain atas instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BNPB kini sedang melakukan inventarisasi kebutuhan untuk pemadaman api.
Dilansir dari VIVA News & Insights, Kepala BNPB, Kristomei Sianturi memberikan keterangan pers pada Rabu (21/10) malam setelah sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta.
"Sudah ada beberapa negara yang menawarkan kepada kita saat ini memang kita butuh waktu untuk menginventarisasi kebutuhan apa saja sehingga nanti kalau memang kita tidak bisa dan alat itu tidak ada di kita, ya, kita minta kepada mereka. Jadi, bantuan itu biar maksimal, tepat guna, tepat sasaran," ujar Kristomei.
Lebih lanjut, Kristomei menjelaskan bahwa negara di Asia Tenggara telah menawarkan bantuan seperti Malaysia dan Singapura. Menurut Kristomei, Indonesia akan menerima bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Kristomei juga menjelaskan proses inventarisasi oleh BNPB dilakukan secepat mungkin.
Sementara itu, BNPB menargetkan pemadaman karhutla dengan berbagai inovasi seperti dry ice hingga cairan khusus. Inovasi tersebut dinilai dapat membantu operasi pemadaman baik melalui rekayasa hujan buatan maupun water boombing. Pemerintah berharap karhutla di Indonesia ke depannya bisa segera padam seluruhnya.

