SUARBERITA.COM - Indonesia menjadi negara dengan anggaran pendidikan terendah di dunia yaitu sebesar 1,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah pengeluaran pemerintah dalam bidang pendidikan menunjukkan sejauh mana prioritas negara untuk mengutamakan pendidikan.
Padahal, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) Institute for Statistic mencatat bahwa Indonesia memiliki sejumlah 40,2 persen penduduk berusia 24 tahun ke bawah. Kondisi tersebut menunjukkan proporsi penduduk usia muda yang tinggi harus diimbangi dengan kemudahan akses pendidikan.
Dilansir Kompas (19/7), rata-rata dunia untuk rasio anggaran pendidikan yaitu 3,96 persen dari PDB, sedangkan Indonesia masih jauh dari rata-rata tersebut. Rendahnya anggaran pendidikan di Indonesia menjadi sorotan dalam berbagai persoalan seperti kesejahteraan guru honorer, beasiswa sekolah yang minim, biaya kuliah yang mahal, dan kesenjangan dalam pemenuhan lapangan pekerjaan sesuai jumlah lulusan.
Lebih lanjut, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan anggaran pendidikan terendah di dunia. Posisi tersebut juga masih terendah di Asia Tenggara. Negara tetangga mengalokasikan anggaran pendidikan lebih besar seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Sementara itu, terdapat daftar negara dengan anggaran pendidikan terendah di dunia yaitu:
1. Indonesia: 1,3 persen
2. Pakistan: 2,0 persen
3. Bangladesh: 2,0 persen
4. Singapura: 2,2 persen
5. Thailand: 2,5 persen
6. Vietnam: 2,9 persen
7. Irlandia: 2,9 persen
8. Turki: 3,1 persen
9. Rumania: 3,3 persen
10. Jepang: 3,3 persen
Dengan demikian, Indonesia harus memperbaiki alokasi anggaran dengan memprioritaskan pendidikan sebagai investasi masa depan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dapat menunjang kemajuan bangsa dan negara.

