Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Tekanan Menguat, Mata Uang Garuda Anjlok ke Posisi Rp17.925 per Dolar AS pada Tengah Hari

Moh Wasil Haqqullah3 Juni 202613.39 WIB
Tekanan Menguat, Mata Uang Garuda Anjlok ke Posisi Rp17.925 per Dolar AS pada Tengah Hari

SUARBERITA.COM - Laju pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih belum membendung tanda-tanda pemulihan pada perdagangan hari Rabu (3/6/2026). Hingga pertengahan hari, posisi mata uang Indonesia kian terdesak dan semakin mendekati ambang batas psikologis baru di kisaran Rp18.000/US$.

Berdasarkan laporan dari cnbcindonesia.com Rabu (03/06/2026) visualisasi data dari Refinitiv, grafik penurunan tajam terlihat jelas saat memasuki pukul 12.00 WIB, di mana greenback sukses menekan rupiah hingga ke level Rp17.925. Depresiasi ini meluas secara bertahap sejak pasar mulai dibuka. Pada awal perdagangan pagi hari, rupiah sebenarnya sudah dibuka melemah sebesar 0,22% ke posisi Rp17.870/US$.

Namun, alih-alih membaik, tekanan pasar global justru membuat kondisi mata uang Garuda semakin memburuk. Pada pukul 09.26 WIB, koreksi rupiah dilaporkan kian merosot sebesar 0,39% hingga menyentuh angka Rp17.900/US$. Kejatuhan pada jam tersebut secara otomatis mencatatkan rekor sejarah baru sebagai level terendah sepanjang masa (all time low) rupiah terhadap dolar AS, sebelum akhirnya melorot lebih dalam lagi pada siang harinya.

Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, posisi nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan yang masif tanpa adanya momentum perlawanan yang berarti. Dengan bertahannya volatilitas ini hingga menyentuh Rp17.925/US$ pada tengah hari, risiko rupiah untuk menembus level psikologis baru Rp18.000/US$ menjadi semakin besar dalam waktu dekat jika tidak ada intervensi atau sentimen positif yang kuat.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!