Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Suarakan Kekecewaan Ekonomi, Ratusan Mahasiswa UI Bertolak ke Bundaran HI Menggunakan Angkot dan Bus

Moh Wasil Haqqullah12 Juni 202613.15 WIB
Suarakan Kekecewaan Ekonomi, Ratusan Mahasiswa UI Bertolak ke Bundaran HI Menggunakan Angkot dan Bus

SUARBERITA.COM - Gelombang aksi protes dilancarkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Kali ini, mereka memilih kawasan Bundaran HI, Jakarta, sebagai titik pusat penyampaian aspirasi. Guna mencapai lokasi tersebut, massa aksi terpantau memobilisasi diri dengan menumpang angkutan kota (angkot) serta bus.

Berdasarkan situasi di Lapangan FISIP UI, Depok, pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, suasana pelepasan massa tampak dipadati mahasiswa berjaket kuning yang dipadukan dengan pakaian serba hitam.

Sejumlah spanduk bernada kritik tajam seperti "Menuju Indonesia Bangkrut" dan "Sweet 18 Rupiahku" turut dibentangkan. Sebelum roda kendaraan bergerak, orator di atas mimbar sempat membakar semangat massa dengan berseru, "Teman-teman hari ini tidak ada kata-kata indah untuk pemerintah. Hari ini menunjukkan bahwa kita sudah muak, kita tidak akan diam, kita tidak sendiri." Dikutip dari detik Jumat (12/06/2026).

Mengenai konsep busana, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, mengungkapkan bahwa pakaian hitam merupakan cerminan kondisi negara yang suram. "Sebenarnya justru gini, karena kita menyadari bahwa harapan sudah mulai pupus dan juga akan mengarah ke kegelapan. Tapi kita juga tetap memakai jaket almamater supaya kita bisa mengenali satu sama lain, begitu," jelas Yata.

Gerakan ini juga disokong oleh aliansi kampus lain seperti BEM PNJ, Universitas Pancasila, NF, IPB, hingga UIN. Yata menilai potret pertumbuhan ekonomi saat ini semu karena beban hidup masyarakat bawah justru semakin terhimpit. "Lapangan kerja makin menyempit, harga sudah naik semua, dan juga pajak masih diterapkan kepada rakyat menengah ke bawah, termasuk rakyat kecil," kritiknya sembari menyoroti problem kelangkaan BBM subsidi serta pemadaman listrik.

Aksi turun ke jalan ini menjadi akumulasi kekecewaan mahasiswa atas kegagalan tata kelola negara. Melalui tagar 'Menuju Indonesia Bangkrut', mereka memperingatkan pemerintah bahwa jika tidak ada perubahan signifikan, Indonesia terancam mengalami kemunduran total, baik dari aspek perekonomian, runtuhnya sistem demokrasi, hingga degradasi moralitas bangsa.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!