SUARBERITA.COM - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muntuk, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk sementara berhenti beroperasi setelah salah satu stafnya viral karena membuat konten yang diduga mengejek korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Penghentian aktivitas SPPG tersebut diketahui sejak Jumat, 18 September 2026. Hingga Senin (21/9/2026), pelayanan MBG dari dapur tersebut belum kembali berjalan.
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan penghentian operasional dilakukan dalam masa cooling down.
“Saya baru dapat laporan, kalau itu sedang cooling down jadi tidak beroperasi,” ujar Hermawan.
Sebelumnya, video seorang staf SPPG Muntuk Bernama Gerardus Permanaditya beredar di media media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat menyantap chicken katsu sambil melontarkan pernyataan yang kemudian dikaitkan dengan kondisi salah satu korban keracunan MBG di Karo.
Kasus itu kemudian mendapat perhatian BGN DIY. Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko menyatakan pegawai tersebut telah diberhentikan setelah proses penanganan sesuai ketentuan.
SPPG Muntuk sebelumnya melayani distribusi makanan MBG untuk sejumlah sekolah, termasuk sekolah luar wilayah Muntuk. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kapan operasional dapur tersebut akan kembali berjalan.

