Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Simbol Klakson: Cara Warga Suarakan Protes Bersama Mahasiswa

Moh Wasil Haqqullah13 Juni 202615.00 WIB
Simbol Klakson: Cara Warga Suarakan Protes Bersama Mahasiswa

SUARBERITA.COM - Suara klakson yang bersahutan di sepanjang jalan protokol Jakarta, Jumat (12/6/2026), menjadi pemandangan unik sekaligus simbol perlawanan baru dalam unjuk rasa mahasiswa. Bunyi kendaraan dari pengendara yang melintas di kawasan Sudirman hingga Jalan Pemuda bukan sekadar kebisingan, melainkan dukungan terhadap tuntutan mahasiswa yang mengkritik kebijakan pemerintah.

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap kondisi ekonomi dan berbagai kebijakan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para demonstran membentangkan poster bertuliskan ajakan, "Kalau kalian kecewa dengan kinerja Prabowo Gibran beserta menteri dan jajarannya bunyikan klakson" dan "Klakson kalau kalian capek bayar pajak mahal."

Agus Sarwono, perwakilan MBG Watch, menjelaskan bahwa metode ini bertujuan mengukur dukungan publik terhadap kritik atas program pemerintah. "Kami pengen tahu begitu sebetulnya sampai seberapa besar dukungan publik. Dalam konteks hari ini saja, kami ingin sampaikan kepada pengguna jalan: Kalau lu udah muak sama program Makan Bergizi Gratis, lu bunyikan klakson sekencang-kencangnya sebagai simbol bahwa kami tidak sendiri," ujar Agus. Dikutip dari liputan 6 Sabtu (13/6/2026).

Ketua BEM UI, Athof, menegaskan bahwa mahasiswa terpaksa turun ke jalan karena jalur dialog telah buntu. "Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat dihajar pajak," ungkapnya. Senada dengan itu, Albani Hilmi menegaskan tuntutan mereka, "Kita meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahannya dan juga menyadari bahwa beliau sedang salah."

Fenomena klakson ini merepresentasikan akumulasi kejenuhan masyarakat dan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak solutif, menjadikan jalanan ibu kota sebagai ruang ekspresi solidaritas atas keresahan ekonomi nasional.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!