SUARBERITA.COM - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan pentingnya kemampuan seorang pemimpin dalam mengendalikan diri ketika menghadapi perubahan dan ketidakpastian geopolitik global.
Hal itu disampaikan SBY saat menjadi narasumber dalam konferensi internasional ICON-IR 2026 di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, Kamis, (20/8).
Menurut SBY, situasi dunia saat ini sedang mengalami perubahan menuju tatanan multipolar yang belum sepenuhnya stabil. Kondisi tersebut membuat kepemimpinan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan, terutama ketika persaingan kekuasaan antarnegara semakin kuat.
SBY menilai kekuatan seorang pemimpin tidak hanya terlihat dari keberanian mengambil keputusan, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan penggunaan kewenangan.
“Seorang pemimpin yang kuat harus memahami kapan harus menggunakan kekuasaan, kapan harus mendengarkan, dan kapan harus membuka ruang untuk kompromi,” kata SBY, dikutip dari pikiranrakyat.
Ia juga mengingatkan bahwa negara dengan kekuatan besar memiliki tanggung jawab lebih untuk mempertimbangkan dampak setiap kebijakan terhadap stabilitas internasional.
Pesan tersebut menempatkan kekuasaan bukan sekadar sebagai alat untuk bertindak, tetapi sebagai Amanah yang harus digunakan secara tepat, terukut, dan bertanggung jawab.

