SUARBERITA.COM - Duka menyelimuti aksi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur. Ahmad Zaki Ali, pendiri Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia ketika menjadi relawan membawa bantuan bagi korban gempa di Dampek, Manggarai Timur, NTT.
Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan membantu korban gempa di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Ia mengembuskan napas terakhir ketika membawa bantuan untuk warga terdampak gempa bumi.
Kasi Humas Polres Manggarai Timur, AKP Irmawan Pujianto, membenarkan kabar duka tersebut. “Benar ada satu relawan meninggal dunia,” ujarnya kepada media. Dikutip dari Liputan 6, Sabtu (22/8/2026). Hal serupa disampaikan anggota Tim Hands Foundation, Muhammad Rafki Razif Kiransyah, yang menegaskan bahwa Ahmad Zaki telah wafat. “Betul (meninggal dunia). Kami sedang berkomunikasi dengan keluarganya,” ucap Rafki.
Sejumlah saksi mata, termasuk Jufri Husen, korban gempa di NTT, mengaku sempat bertemu Ahmad Zaki di Masjid Nurul Huda Reo saat salat Jumat. Jufri bahkan sempat berbincang dan memberikan makanan untuk tim relawan. Menurutnya, Ahmad Zaki sering bolak-balik dari Reo ke Dampek, membantu korban di siang hari dan beristirahat di masjid pada malam hari.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Ahmad Zaki masih dalam penyelidikan. Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara, menyatakan pihaknya sedang menelusuri kronologi dan faktor yang menyebabkan wafatnya relawan tersebut.

