Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Realisasikan ambulans udara, pemerintahan Prabowo uji coba di Lampung

M Sayyid Ridhwan29 September 202620.00 WIB
Realisasikan ambulans udara, pemerintahan Prabowo uji coba di Lampung
Uji coba ambulans udara menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. (Instagram/Sekretariat Kabinet)

SUARBERITA.COM - Perjalanan darat selama lima hingga sembilan jam menuju rumah sakit menjadi salah satu persoalan yang ingin dipangkas melalui program ambulans udara pemerintah.

Layanan evakuasi medis menggunakan helikopter dan pesawat kecil tersebut mulai diuji setelah pemerintah merampungkan pembangunan 22 rumah sakit baru di sejumlah kabupaten/kota.

Uji kesiapan dilakukan melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

"Kesiapan ambulans udara ini mulai diuji, salah satunya melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Pesisir Barat, Lampung," tulis Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Selasa (29/9).

Program tersebut ditujukan untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dan sulit melakukan evakuasi melalui jalur darat.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan menggunakan helikopter hingga pesawat berukuran kecil yang dapat menjangkau lokasi dengan fasilitas pendaratan terbatas.

“Kita akan membuat ambulans udara, helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai. Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” ujar Prabowo, dilaporkan Antara, Senin (28/9).

Prabowo menyoroti risiko yang dihadapi masyarakat ketika membutuhkan pertolongan medis darurat tetapi harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mencapai fasilitas kesehatan.

Ia secara khusus menyinggung kondisi ibu yang membutuhkan pertolongan ketika melahirkan di wilayah dengan akses jalan terbatas.

“Banyak ibu-ibu yang meninggal, karena menempuh jalan tujuh jam sampai sembilan jam pada saat melahirkan. Akhirnya, banyak ibu yang meninggal karena tidak ada jalan yang baik,” katanya.

Menurut Teddy, pengembangan ambulans udara menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan yang dilakukan pemerintah setelah pembangunan 22 rumah sakit baru rampung.

Rumah sakit tersebut dibangun di berbagai kabupaten dan kota yang sebelumnya belum memiliki fasilitas rawat inap memadai.

"Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti. Insya Allah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri. Memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa," lanjut Teddy.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!