Suar Berita
News

Ramai Diperbincangkan, Menhaj Buka Suara tentang Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli di Kemenhaj

Muhammad Nadhif Firdausi24 Oktober 202613.00 WIB
Irfan Yusuf
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: VIVA News & Insights

SUARBERITA.COM - Baru-baru ini, ramai diperbincangkan tentang pengangkatan tenaga ahli di Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang diisi oleh Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad selaku anak Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf. Hal tersebut ditanggapi Irfan setelah viral di media sosial.

Dilansir dari VIVA News & Insights, Irfan dalam keterangan pers di Jakarta pada Jumat (23/10) mengatakan, “Saya disambut santri-santri saya sama anak saya. Mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan BP Haji itu sebelum berubah jadi Kemenhaj. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama 3 atau 4 bulan. Itu yang terjadi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) yang bertransformasi menjadi Kementerian Haji dan Umrah setelah lepas dari Kementerian Agama, terdapat kekurangan personel yang membuat santri dan anaknya membantu secara sukarela alias tanpa gaji.

“Awal dibentuk, kita nggak punya staf, kita nggak punya kantor, kita nggak punya apa-apa,” jelas Irfan.

Sementara itu, Irfan menegaskan bahwa pengangkatan ini bukan semata-mata sebagai bentuk dinasti atau nepotisme, melainkan diserahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah sesuai kompetensi atau kemampuan ilmu. Namun, Irfan terbuka terhadap kritik dan saran untuk perbaikan ke depannya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!