SUARBERITA.COM - KH. Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa NU memasuki abad kedua dengan pijakan kuat dari Al-Qur’an. Ada tiga ayat yang dijadikan dasar: pertama, pengembangan ekonomi umat; kedua, amanat untuk mengurus dunia bersama para pemimpin demi kemaslahatan; ketiga, menjadikan urusan dunia sebagai bagian dari ibadah.
KH. Miftachul Akhyar menekankan bahwa NU harus mempercepat langkah di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Menurutnya, ketiga sektor tersebut merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup umat. Ia menambahkan bahwa perjalanan NU ke depan akan disertai evaluasi berkala agar program-program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat nyata.
Pesan Rais Aam ini menjadi arah strategis bagi NU agar tidak hanya berperan dalam ranah keagamaan, tetapi juga menjadi motor pembangunan sosial-ekonomi bangsa. Dengan jumlah warga NU yang besar, organisasi ini memiliki potensi luar biasa untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
KH. Miftachul Akhyar juga menekankan pentingnya kedewasaan berorganisasi dalam menghadapi perbedaan pendapat. Menurutnya, dinamika yang terjadi selama muktamar adalah bagian dari proses pendewasaan dan justru memperkokoh NU. “Perbedaan cara pandang adalah kedewasaan berorganisasi. Dengan itu NU akan semakin kokoh ke depannya,” tegasnya. Minggu (31/8/2026)
Dengan amanat ini, NU diharapkan mampu menjalankan peran lebih luas, tidak hanya menjaga marwah keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak utama pembangunan umat di Indonesia.

