SUARBERITA.COM - PP PBSI memberikan penghargaan senilai total Rp4,5 miliar kepada atlet dan tim bulu tangkis Indonesia yang berhasil menyumbangkan medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Apresiasi terbesar diberikan kepada tim beregu putra yang meraih medali emas dengan nilai Rp2 miliar. Sementara itu, pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mendapat Rp1 miliar atas keberhasilan mereka merebut emas.
“Yang Rp2 miliar itu beregu putra, dibagi semuanya yang ikut bermain. Kalau ganda putra Rp1 miliar, dibagi dua,” ujar Fadil, dikutip dari ANTARA
Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran mengatakan penghargaan tersebut bukan semata-mata soal besaran uang, melainkan bentuk perhatian federasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi terhadap pencapaian para atlet.
“Bukan nilai uangnya, tetapi itu wujud perhatian kita, PBSI, kepada semuanya. Mulai dari tim yang mendukung di balik layar, anak-anak yang bertempur, dan pelatih yang tentunya mendampingi atlet kita,” ujar Fadil di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10)
Untuk peraih medali lainnya, pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang membawa pulang perak memperoleh Rp500 juta. Nilai yang sama diberikan kepada tim beregu putri yang meraih perunggu.
Peraih perunggu lainnya, yakni tunggal putra Alwi Farhan serta pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, masing-masing mendapat Rp250 juta.
PBSI juga memberikan penghargaan kepada jajaran pelatih dan tim pendukung. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menerima Rp50 juta, sedangkan Manajer Tim Shendy Puspa Irawati mendapat Rp25 juta.
Lima pelatih, yakni Antonius Budi Ariantho, Nova Widianto, Imam Tohari, Indra Wijaya, dan Karel Mainaky, masing-masing memperoleh Rp30 juta. Sementara itu, tim pendukung mendapat apresiasi dengan total Rp100 juta.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia mengakhiri persaingan bulu tangkis dengan raihan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Dua emas dipersembahkan beregu putra dan Leo/Daniel, perak dari Amri/Nita, sedangkan tiga perunggu berasal dari beregu putri, Alwi Farhan, serta Fajar/Fikri.

