Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Puluhan Warga Pekayon Jaktim Keracunan Gas Bocor, Diduga dari Pabrik Susu

Moh Wasil Haqqullah29 September 202615.15 WIB
Puluhan Warga Pekayon Jaktim Keracunan Gas Bocor, Diduga dari Pabrik Susu
Kerumunan warga keracunan gas. Dok: Liputan 6.

SUARBERITA.COM - Senin sore, 28 September 2026, warga RW 04 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, berbondong-bondong ke puskesmas setelah diduga terpapar kebocoran gas dari pabrik susu.

Puluhan warga RW 04 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, mengalami gejala keracunan pada Senin sore, 28 September 2026. Dugaan awal menyebutkan kebocoran gas dari sebuah pabrik susu di wilayah tersebut sebagai penyebab. Informasi pertama kali muncul melalui unggahan akun Threads @kabarcibubur24jam, yang menyebut sejumlah warga mengungsi dan menjalani pemeriksaan tekanan darah serta saturasi oksigen di halaman Kecamatan Pasar Rebo.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudhy, menjelaskan bahwa penanganan segera dilakukan oleh petugas medis dari Puskesmas Pasar Rebo, dibantu ambulans PK3D dan Puskesmas Ciracas. Total 60 orang diperiksa, 11 di antaranya diobservasi di Puskesmas Pasar Rebo. Dari jumlah tersebut, 8 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 3 lainnya dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut.

“Yang dilakukan pemeriksaan di lokasi ada 60 orang, 11 di antaranya dibawa ke Puskesmas Pasar Rebo dan diobservasi. Dari 11 orang tersebut 8 orang sudah diperbolehkan pulang, 3 orang dirujuk ke RS terdekat," tutup Arief. Dikutip dari Liputan 6, Senin (28/09/2026).

Meski penanganan medis telah dilakukan, Arief menegaskan bahwa kronologi lengkap kejadian dan identitas pabrik susu yang diduga menjadi sumber kebocoran belum dapat dikonfirmasi.

Kasus dugaan keracunan gas ini masih dalam tahap investigasi. Warga berharap pemerintah segera mengungkap penyebab pasti dan memastikan keamanan lingkungan. Penanganan cepat menjadi bukti kesiapan tenaga medis menghadapi insiden darurat di kawasan permukiman.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!