SUARBERITA.COM - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan dukungan maupun restu kepada kandidat mana pun dalam pemilihan kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU). Presiden, kata Irfan, memilih menghormati sepenuhnya kemandirian organisasi dan tidak akan mencampuri jalannya Muktamar NU.
Menurut Irfan, berbagai klaim yang menyebut ada calon tertentu mendapat dukungan Presiden tidak dapat dibenarkan. Sikap Presiden Prabowo, lanjutnya, sangat jelas, yakni menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada mekanisme organisasi.
"Beliau tidak akan ikut campur menentukan siapa yang memimpin. Jika ada yang mengaku didukung Presiden, itu tidak benar. Harapan beliau hanya satu, yaitu terpilih pemimpin terbaik untuk kemajuan NU," kata Irfan dikutip dari metrotvnews, Kamis (2/7/2026).
Irfan menegaskan Muktamar NU seharusnya menjadi forum musyawarah yang mencerminkan nilai-nilai keulamaan, bukan ajang perebutan kekuasaan layaknya kontestasi politik. Karena itu, seluruh elemen NU diharapkan menjaga suasana tetap sejuk dan mengedepankan persatuan.
"Saya berharap nanti Muktamar dapat berlangsung sejuk, menggambarkan sesungguhnya apa itu Nahdlatul Ulama dan apa itu para ulama," ujarnya.
Dia juga mengajak seluruh warga dan tokoh NU kembali berpegang pada nilai-nilai Qanun Asasi yang diwariskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari sebagai fondasi organisasi. Menurutnya, Muktamar harus menjadi momentum memperkuat tradisi keikhlasan, persaudaraan, dan kemandirian NU.
"Muktamar kali ini harus menjadi momen yang ikhlas, tanpa politik uang dan tanpa campur tangan kepentingan politik luar," tegas Irfan.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi pemerintah yang tidak ingin mengintervensi proses demokrasi internal NU. Presiden Prabowo, kata Irfan, hanya berharap Muktamar berlangsung damai, bermartabat serta menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu membawa NU semakin maju dan terus berkontribusi bagi bangsa.

