SUARBERITA.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/6). Pertemuan ini menandai komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan baik guru aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.
Dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Abdul Mu’ti mengatakan, “Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok.”
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan mekanisme baru dalam penyaluran tunjangan guru secara langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan tata kelola yang efektif dan efisien.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan program beasiswa bagi guru. Beasiswa ini dijalankan melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui kenaikan tunjangan dan beasiswa guru, pemerintah berupaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Pemerintah pun berharap bahwa kenaikan tunjangan dan beasiswa guru dapat tepat sasaran.

