Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Prabowo Tolak Harga Sawit dan Nikel Didikte Asing

Abd Munib22 Mei 202614.00 WIB
Prabowo Tolak Harga Sawit dan Nikel Didikte Asing

SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk menguasai kembali kekayaan alam Indonesia tanpa campur tangan negara lain. Dalam pidato rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo meminta agar harga komoditas strategis nasional ditentukan sendiri oleh Indonesia.

Prabowo mempersoalkan komoditas kelapa sawit yang selama ini dinilai masih bergantung pada mekanisme harga luar negeri. Padahal, menurutnya, Indonesia merupakan produsen sawit terbesar di dunia.

“Kita merasa aneh bahwa kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan oleh negara lain. Saya katakan kepada menteri saya, ini tidak boleh terjadi,” terang Prabowo dikutip dari livestreaming metrotv, Kamis (21/5/2026).

Selain sawit, Prabowo juga menginstruksikan anak buahnya segera merumuskan penetapan harga komoditas tambang. Misalnya, nikel dan emas agar tidak lagi dikendalikan pasar asing.

“Nikel kita juga ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh. Saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, emas, dan semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri,” katanya.

Prabowo menilai kekayaan alam Indonesia harus dijaga demi kepentingan generasi mendatang. Dia bahkan menyatakan lebih baik sumber daya alam tetap tersimpan daripada dijual murah kepada negara lain.

“Kalau mereka enggak mau beli, ya enggak apa-apa, biar saja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti daripada kita jual murah,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meminta dukungan DPR. Harapannya, guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional terutama terkait pengelolaan dan penentuan harga komoditas di Indonesia.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!