SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto menerima Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk membahas antisipasi fenomena El Niño dan penguatan ketahanan pangan. Pembahasan ini menjadi perhatian di tengah potensi perubahan kondisi iklim yang dapat memengaruhi ketersediaan air, produksi pertanian, dan pasokan pangan.
Pertemuan tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi Presiden RI pada Selasa (20/10/2026). Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas langkah antisipasi menghadapi El Niño serta upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Antisipasi diperlukan karena fenomena El Niño dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebutuhan air untuk pertanian, jadwal tanam, hingga hasil produksi apabila tidak diikuti persiapan yang memadai.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kesiapan daerah dalam menghadapi perubahan pola hujan. Pemetaan wilayah rawan kekeringan, pengelolaan sumber air, serta penyesuaian waktu tanam menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko terhadap produksi pangan.
Selain aspek produksi, ketahanan pangan juga berkaitan dengan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi. Gangguan produksi di wilayah tertentu perlu diantisipasi agar tidak berujung pada masalah pasokan maupun tekanan harga bagi masyarakat.
“Dan terutama mengenai pangan, ini sangat penting untuk menjaga harga pangan dan kesediaan pangan dengan menjaga stok cadangan pangan, terutama beras,” kata Marie.
Pemerintah juga perlu memastikan koordinasi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan di sektor pertanian berjalan efektif. Langkah antisipasi yang disiapkan lebih awal dapat membantu mengurangi dampak ketika kekeringan mulai memengaruhi wilayah produksi.

