Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Prabowo Siapkan Reward untuk Pangdam dan Kapolda Riau soal Karhutla

M Rayhan Wildani K24 Agustus 202615.34 WIB
Prabowo Siapkan Reward untuk Pangdam dan Kapolda Riau soal Karhutla

SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Prabowo bahkan meminta Panglima TNI dan Kapolri mempertimbangkan kenaikan jabatan bagi Pangdam dan Kapolda Riau. Namun, apresiasi tersebut tidak diberikan begitu saja. Prabowo meminta penanganan karhutla di Riau dituntaskan terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat di Posko Aju, Riau, Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mendengarkan laporan Pangdam Riau Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengenai perkembangan penanganan karhutla.

Prabowo menilai langkah pencegahan yang dilakukan jajaran di Riau sudah berjalan baik. Ia bahkan meminta pola penanganan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.

“Saya kira ini sesuatu yang baik, mungkin kita catat untuk disampaikan ke daerah-daerah lain cara penanganan ini. Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus,” kata Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Setelah menerima laporan, Prabowo menanyakan masa tugas Pangdam dan Kapolda Riau. Dari pembicaraan tersebut, Presiden kemudian meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencarikan jabatan yang memungkinkan keduanya naik.

“Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai, Panglima TNI, Kapolri,” ujar Prabowo.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Prabowo ingin kinerja aparat di lapangan menjadi salah satu pertimbangan dalam memberikan apresiasi. Di sisi lain, target penanganan karhutla tetap menjadi prioritas sebelum pembahasan mengenai kenaikan jabatan dilakukan.

Prabowo juga mengatakan dirinya akan memberikan penilaian secara terbuka terhadap kinerja jajaran. Menurutnya, hasil kerja yang baik akan mendapatkan apresiasi, sedangkan pekerjaan yang tidak selesai akan mendapat teguran.

“Kalau enggak beres aku juga bicaranya juga ketus ya. Tapi, kalau bagus, saya bicara bagus,” ucapnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!