SUARBERITA.COM - Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah tokoh ekonomi yang pernah bertugas pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Tujuannya untuk membahas pengalaman menghadapi krisis ekonomi dua dekade yang silam.
Pertemuan berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan tersebut bagian upaya pemerintah mempelajari persoalan penanganan krisis ekonomi khususnya yang terjadi pada 2005 hingga 2008.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya mantan Kepala Bappenas periode 2005-2009 Paskah Suzetta, mantan Gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008 Burhanuddin Abdullah, mantan Duta Besar RI untuk China Sudrajat, hingga mantan Wakil Menteri PPN/Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo.
Pasalnya, Presiden Prabowo ingin mendengarkan langsung pengalaman para ekonom senior saat menghadapi tekanan ekonomi global pada masanya. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008. Kebetulan mereka rata-rata di periodenya antara 2004 sampai 2014,” ujar Airlangga usai mendampingi Presiden di Istana dikutip dari kompas.com, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Airlangga, diskusi turut membahas berbagai gejolak ekonomi yang pernah terjadi, mulai dari lonjakan inflasi hingga krisis bahan bakar minyak (BBM). Dari hasil pembahasan itu, pemerintah menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih relatif lebih kuat dibandingkan periode krisis 2005 maupun 2008.
“Fundamental lebih kuat, dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya. Dan dari situ sebetulnya kita belajar bagaimana mengantisipasi dan apa yang diperlukan untuk menghadapi situasi-situasi ke depan,” kata Airlangga.
Langkah Prabowo mengumpulkan para tokoh ekonomi lintas periode guna menyiapkan langkah antisipatif sejak dini di tengah ketidakpastian ekonomi global.

