Suar Berita
News

Polda Metro Dalami Kondisi Psikologis Andika, Motif Penembakan Polisi Belum Terungkap

M Rayhan Wildani K20 Oktober 202612.45 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto

SUARBERITA.COM - Polda Metro Jaya masih mendalami motif penembakan yang menewaskan anggota Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara), Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Penyidik belum mengungkap motif secara menyeluruh karena masih mempertimbangkan kondisi psikologis tersangka, Bharada Andika Rahmadani.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan perkembangan tersebut saat memberikan keterangan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Budi mengatakan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masih membutuhkan waktu untuk mendalami kondisi tersangka sebelum menyampaikan kesimpulan mengenai motif penembakan.

“Makanya kami belum bisa menyampaikan motif,” kata Budi, seperti dalam keterangan resminya di Monas.

Ia menjelaskan, kondisi psikologis seseorang tidak bisa disimpulkan hanya dalam satu atau dua hari. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memperoleh penilaian dari dokter ahli psikiatri.

Olah TKP dan Penyitaan Barang Bukti

Dalam penanganan perkara ini, polisi telah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain selongsong peluru, senjata tajam, dan barang-barang pribadi.

Andika telah ditahan di rumah tahanan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum. Selain penyidikan pidana, penanganan dugaan pelanggaran etik juga dilakukan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya.

Budi menegaskan kepolisian akan memproses anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun tindak pidana. Proses pidana dan etik akan berjalan sesuai kewenangan masing-masing.

Dugaan Perundungan Masih Perlu Dibuktikan

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari penyidik, dugaan pemicu penembakan berkaitan dengan perundungan yang disebut dilakukan oleh teman-teman seangkatan korban terhadap tersangka.

Namun, informasi tersebut disampaikan melalui kuasa hukum dan belum menjadi kesimpulan final yang diumumkan secara resmi oleh kepolisian. Bentuk perundungan serta kaitannya dengan peristiwa penembakan masih perlu dipastikan melalui penyidikan.

Penembakan terjadi pada Jumat (16/10/2026) di kawasan Mako Polairud, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Peristiwa tersebut menewaskan Bharatu Valdo.

Hingga Selasa, Polda Metro Jaya belum mengumumkan hasil pemeriksaan psikologis tersangka maupun kesimpulan akhir mengenai motif kejadian.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!