Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Penggunaan Transportasi Umum Jakarta Tembus 31 Persen, Pramono Kejar Target Net Zero Emission

M Rayhan Wildani K21 Agustus 202609.00 WIB
Penggunaan Transportasi Umum Jakarta Tembus 31 Persen, Pramono Kejar Target Net Zero Emission

SUARBERITA.COM - Penggunaan transportasi publik di Jakarta terus menunjukkan peningkatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut proporsi penggunaan transportasi umum kini telah mencapai lebih dari 31 persen, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran 23 persen.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu modal Jakarta dalam membangun sistem transportasi yang tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, tetapi juga mendukung target penurunan emisi hingga mencapai net zero emission pada 2050.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Menurut Pramono, peningkatan penggunaan transportasi publik turut didorong oleh semakin luasnya jangkauan layanan. Saat ini, konektivitas transportasi umum di Jakarta disebut telah mencapai 93 persen.

Pemprov DKI juga menerapkan pembebasan tarif transportasi bagi 15 kelompok masyarakat serta mengembangkan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan penyangga.

“Konektivitas kita sekarang ini sudah 93%, dan sekarang ini orang yang menggunakan atau transportasi yang digunakan secara terus-menerus itu sudah lebih dari 31%, sebelumnya sekitar 23%,” kata Pramono dikutip dari detik.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan transportasi publik, Pemprov DKI juga mulai mempercepat peralihan armada menuju kendaraan rendah emisi. Pramono menargetkan jumlah bus listrik di Jakarta mencapai lebih dari 10 ribu unit pada 2030. Target tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan kondisi saat ini. Pramono menyebut jumlah bus listrik yang telah beroperasi di Jakarta baru sekitar 500 unit.

Selain bus listrik, Pemprov DKI juga membuka peluang penggunaan bus berbahan bakar hidrogen dan bus hibrida sebagai bagian dari strategi mengurangi emisi sektor transportasi. Langkah tersebut menjadi penting karena sektor transportasi masih menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Jakarta. Pada 2024, sektor transportasi berkontribusi sekitar 52 persen terhadap emisi langsung Jakarta.

Pemprov DKI menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030, sebelum mencapai target net zero emission pada 2050.

Dengan demikian, peningkatan jumlah pengguna transportasi publik tidak hanya dipandang sebagai upaya mengatasi persoalan mobilitas dan kemacetan. Bagi Jakarta, pergeseran masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!