SUARBERITA.COM - Pembangunan Embung Pondok Labu atau Waduk Bango di Cilandak, Jakarta Selatan, telah mencapai 30,264 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Proyek tersebut masih berlangsung sesuai tahapan pekerjaan yang ditetapkan. Ketua Subkelompok Drainase Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Puryanto Palebangan mengatakan progres pembangunan waduk terus berjalan.
"Realisasi pembangunan Embung Pondok Labu atau Waduk Bango saat ini mencapai 30,264 persen," kata Puryanto dikutip dari Antara, Senin (5/10/2026).
Pembangunan Waduk Bango mencakup lahan sekitar 13.266 meter persegi. Suku Dinas SDA Jakarta Selatan juga memastikan Waduk Bango masih dalam tahap pembangunan. Penjelasan tersebut disampaikan setelah muncul informasi mengenai kondisi waduk yang disebut jebol setelah hujan mengguyur kawasan sekitar.
Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan Junjung Paulus mengatakan Waduk Bango memang masih menjalani pekerjaan pembangunan atau revitalisasi. "Waduk Bango, sepertinya lagi ada pekerjaan dinas. Iya (lagi revitalisasi), memang lagi ada pembangunan waduknya," kata Junjung. Dia menegaskan pekerjaan tersebut belum selesai dan masih berlangsung. "Itu masih on progress," lanjutnya.
Di sisi lain, sejumlah permukiman di Jalan Bango 4 mengalami genangan setelah hujan pada Rabu (30/9). Warga RT 9, Oji, mengatakan genangan melanda sedikitnya empat RT, yakni RT 9, RT 10, RT 11, dan RT 14. Menurut Oji, ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Pihaknya menduga genangan terjadi karena air kali masuk melalui sodetan di bawah jembatan.
Dia jjuga menyebut sistem pompa yang digunakan selama pembangunan belum bekerja maksimal. Dugaan tersebut merupakan penilaian warga dan belum disampaikan sebagai kesimpulan resmi mengenai penyebab genangan oleh Dinas SDA maupun Sudin SDA Jakarta Selatan.
Oji berharap pengelola proyek memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengelolaan air selama pembangunan berlangsung. Menurutnya, informasi tersebut diperlukan agar pekerjaan proyek tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan terhadap permukiman di sekitar lokasi.

