SUARBERITA.COM - Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah daerah tidak hanya menganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai berdampak pada keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketergantungan pelaku usaha terhadap pasokan listrik membuat aktivitas produksi hingga transaksi digital ikut terhambat.
Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Selatan menilai pemadaman listrik bergilir bukan lagi persoalan teknis. Ketua DPP APINDO Kalsel, Winardi Sethiono, menyebut gangguan pasokan listrik telah menghambat aktivitas dunia usaha sekaligus menggerus roda perekonomian masyarakat. APINDO juga menilai penjelasan mengenai penyebab pemadaman masih belum memberikan kepastian kepada masyarakat.
“Kalau alasannya karena ketiadaan sumber energi, Kalimantan sebagai lumbung batubara seharusnya tidak mengalami persoalan. Hampir seluruh wilayah Kalimantan merupakan daerah penghasil batubara,” ujar Winardi, dikutip dari wartaniaga,(5/7).
“Tuhan telah mengaruniakan batubara yang melimpah kepada Indonesia. Sangat disayangkan jika tata kelolanya tidak baik. Ibarat ‘tikus mati di lumbung padi,” tambahnya.
Menurut APINDO, sektor UMKM menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Banyak pelaku usaha mengeluhkan proses produksi yang terhenti, penyelesaian pesanan yang tertunda, hingga potensi kerusakan peralatan akibat listrik yang padam. Aktivitas ekonomi digital, mulai dari pembayaran elektronik, pemesanan melalui aplikasi, hingga komunikasi bisnis, juga ikut terganggu karena sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Di lapangan, kondisi tersebut membuat banyak pelaku UMKM kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan harian. Usaha kuliner, laundry, percetakan, konveksi, makanan beku, daging, hingga es krim harus menghambat operasional selama pemadaman berlangsung. Akibatnya, produktivitas menurun dan target penyelesaian pesanan kepada pelanggan menjadi tertunda.
APINDO Kalsel meminta PLN bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Organisasi pengusaha itu menilai pemadaman listrik bukan hanya menyebabkan lampu padam, tetapi juga memunculkan kerugian ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha dan menghambat perputaran ekonomi masyarakat.

