Suar Berita
Sosial

PBNU Siapkan Apel Hari Santri di Tebuireng, Rangkaian Berlanjut ke Surabaya

M Rayhan Wildani K21 Oktober 202607.00 WIB
PBNU Siapkan Apel Hari Santri di Tebuireng, Rangkaian Berlanjut ke Surabaya
WEBSITE RESMI PBNU

SUARBERITA.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Agenda tersebut akan diisi apel Hari Santri, ziarah, kirab, hingga resepsi di Surabaya.

Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat PBNU di Jakarta pada Senin (19/10/2026). Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa rangkaian peringatan akan dilaksanakan secara sederhana dan khidmat, dengan tetap memperhatikan aktivitas masyarakat.

“Untuk Hari Santri tanggal 22 Oktober, akan dipusatkan di Tebuireng Jombang, di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang akan ada apel di Hari Santri itu, yang insyaallah akan diikuti oleh seluruh pengurus wilayah dan cabang lewat online. Lalu juga nanti akan ada resepsi Hari Santri di Surabaya, tepatnya di kantor cabang Surabaya yang dulu menjadi bagian dari kantor berdirinya Nahdlatul Ulama tahun 1926,” ujarnya.

Apel di Tebuireng menjadi salah satu agenda utama peringatan tahun ini. Kegiatan tersebut direncanakan terhubung secara daring dengan jajaran pengurus NU di tingkat wilayah dan cabang.

Setelah agenda di Jombang, rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut melalui kirab yang melewati wilayah Mojokerto dan Sidoarjo sebelum menuju Surabaya. Resepsi Hari Santri direncanakan berlangsung di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.

PBNU juga mengaitkan peringatan Hari Santri tahun ini dengan semangat Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina. Rangkaian tersebut diarahkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Tanggal tersebut berkaitan dengan Resolusi Jihad yang diserukan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

PBNU mengusung tema Hari Santri 2026, “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. Tema ini menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus merawat persatuan bangsa.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!