SUARBERITA.COM - Kegiatan belajar mengajar perlahan kembali berjalan di tengah pemulihan pascagempa NTT. Di SMAS Katolik Pancasila Borong, Manggarai Timur, sebanyak 267 siswa kelas XII kembali mengikuti pembelajaran tatap muka pada Senin (31/8/2026) dikutip dari beritasat.
Kembalinya para siswa ke ruang belajar menjadi tanda bahwa kegiatan pendidikan mulai bergerak menuju kondisi normal. Namun, situasi di sekolah belum sepenuhnya kembali seperti sebelum bencana.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan di sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Namun, pelaksanaannya harus tetap menyesuaikan kondisi di lapangan dengan keselamatan murid, guru, dan tenaga kependidikan sebagai prioritas utama.
Kondisi tersebut membuat pemulihan pendidikan tidak hanya soal mengembalikan siswa ke sekolah, tetapi juga memastikan ruang belajar yang digunakan tetap aman. Pemerintah sebelumnya telah mengingatkan satuan pendidikan terdampak bencana agar pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
SMAS Katolik Pancasila Borong sendiri tercatat sebagai satuan pendidikan resmi di Kecamatan Borong, Manggarai Timur. Data Kemendikdasmen per 1 September 2026 mencatat sekolah tersebut memiliki 898 peserta didik secara keseluruhan.
Kembalinya 267 siswa kelas XII menjadi penting karena mereka berada pada jenjang akhir pendidikan menengah yang membutuhkan keberlanjutan pembelajaran. Di tengah bangunan yang masih menyisakan dampak gempa, proses belajar pun harus berjalan dengan kondisi yang ada.
Bagi para siswa, kembali ke sekolah bukan berarti seluruh persoalan pascagempa telah selesai. Pemulihan ruang belajar dan kepastian keamanan bangunan tetap menjadi pekerjaan berikutnya agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung secara normal.
