SUARBERITA.COM - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar. Pengunduran diri tersebut telah diajukan beberapa bulan lalu.
Pengunduran diri itu dibenarkan Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia. Dia mengatakan Nusron telah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan Partai Golkar.
"Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu," kata Doli kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).
Namun belum diketahui alasan pengunduran diri tersebut. Doli belum mengungkap lebih jauh mengenai hal tersebut.
Kabar pengunduran diri Nusron dari kepengurusan partai muncul di tengah proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 14 September 2026. KPK kemudian menyebut empat dari delapan tersangka diduga merupakan orang kepercayaan Nusron.
Meski tidak lagi menjadi pengurus DPP partai, Nusron tetap berstatus sebagai anggota Partai Golkar. "Iya beliau tetap menjadi anggota Golkar, Nusron Wahid adalah salah satu pengurus DPP Partai Golkar periode 2024-2029 pimpinan Bahlil. Dalam struktur kepengurusan DPP Partai Golkar tersebut, Nusron menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.

