SUARBERITA.COM - Ayah siswa yang tewas terlindas truk pengangkut sampah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, mendatangi Balai Kota Jakarta. Kedatangan keluarga korban bersama tim kuasa hukum itu untuk meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertindak tegas menata kawasan yang dinilai masih membahayakan pengguna jalan.
Eri Yusnovi (49), ayah korban bernama Hammamshidqi, menyerahkan surat kepada perwakilan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat. Dia meminta pemerintah serius membenahi kawasan tersebut agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.
“Kalau saya lihat dari hari pertama kejadian sampai sekarang belum ada tindakan yang tegas di lapangan. Jalan masih licin, ada yang jatuh walaupun enggak sampai seperti anak saya,” kata Eri dikutip dari Antara, Jumat (21/8/2026).
Menurut Eri, lokasi kecelakaan merupakan kawasan pasar tumpah yang didominasi pedagang ikan dan hasil laut. Limbah dan ceceran komoditas di jalan disebut membuat permukaan jalan licin dan membahayakan pengendara.
Pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, pihak kelurahan, hingga Wali Kota Jakarta Timur Munjirin. Namun, keluarga berharap penanganan tidak hanya sebatas memundurkan lapak pedagang atau mengimbau agar limbah tidak dibuang ke jalan.
“Seharusnya bisa lebih tegas, area jalan bukan untuk dagangan,” ujarnya.
Kuasa hukum keluarga, Odie Hudiyanto, menegaskan kedatangan mereka bukan untuk meminta santunan tambahan. Keluarga, kata dia, telah menerima bantuan melalui Jasa Raharja dan Baznas.
Menurut Odie, tuntutan utama keluarga adalah adanya tanggung jawab pemerintah, baik dalam bentuk penataan kawasan maupun perhatian terhadap kerugian materiil dan immateriil yang dialami keluarga korban. “Kami hanya minta tanggung jawab negara,” tegas Odie.
Keluarga berharap Pemprov DKI Jakarta segera mengambil langkah konkret untuk menata kawasan pasar tumpah di Kramat Jati, terutama memastikan jalan kembali berfungsi sebagaimana mestinya dan aman bagi masyarakat.

